Oleh: kapasmerah | Desember 8, 2008

For “Malin” with Love

(Antara Semangkuk Bakso dan celana dalam merek Jaguar)

Seorang tukang bakso mengeluh,”Karena media memberitakan ada bakso yang direndam dengan formalin, pendapatan saya turun sangat drastis”, matanya berkaca-kaca suaranya bergetar oleh amarah. Biasanya Pak De, (demikian biasanya, kami, mahasiswa UBK menyebutnya) tak akan terlihat kuyu seperti itu. Beberapa hari ini, dia terlihat menderita. Pukul 4 sore, biasanya kami tak akan melihatnya lagi di depan pagar kampus, sambil nongkrongi gerobak dorong, yang di bagian depan kacanya tertempel stiker, SBY-JK dalam pemilu lalu. Baca Lanjutannya…

Oleh: kapasmerah | Desember 8, 2008

Nasionalisme Zico, Nasionalisme-Nasi Bungkus

Ketika penjaga gawang Brazil yang main di Ac Milan Italia, Dida dipaksa Keiji Tamada mengambil bola dari dalam gawangnya, semakin meyakinkan saya bahwa Brazil memang tidak secemerlang performanya ketika melewati babakpenyisihan Piala Dunia (PD) 2006. Baca Lanjutannya…

Oleh: kapasmerah | Desember 8, 2008

The Real War Episode

Akhirnya hari itu tiba juga, hari dimana malapetaka bagi seluruh unggas di Jakarta. Walaupun belum sepenuhnya operasi itu berhasil menyentuh sudut kota, tapi goncangan yang diterima beberapa wilayah di ibukota itu terasa hebat juga. Baca Lanjutannya…

Oleh: kapasmerah | Desember 8, 2008

Jakarta: Sebuah Perspektif dari Seorang Anak Desa

(Mengutip Frasa Tukul Arwana: Ndeso!)

Si Bambang tergoda untuk datang ke Jakarta. Kenapa? Terang saja, di kampungnya dia tak bisa kerja. Baca Lanjutannya…

Oleh: kapasmerah | Desember 8, 2008

Simponi Dalam Partitur

Oleh : T. Arief

Semacam  Pengantar

Manusia hidup memang untuk mencari-cari sesuatu yang dapat menjamin hidnupnya di dunia dan pasca dunia.Sehingga tak salah bila seluruh waktu manusia nyaris habis hanya untuk memuaskan keinginan-keinginan keberadaanya. Ada yang sukses dalam proses pencapaian keinginan itu, ada yang puas hanya dengan hasil separuh dari perjuangan proses itu dan ada yang gagal. Baca Lanjutannya…

Oleh: kapasmerah | Juli 8, 2008

“Ketika iblis menikahi seorang perempuan”

Dari sebuah cerita rakyat Firenze..
Berdasarkan Nicolo Machiavelli

“Ketika iblis menikahi seorang perempuan”

Disadur ke dalam drama
Sebebas-bebasnya
Oleh: T. Arief Baca Lanjutannya…

Dimuat di Buletin Kapasmerah Edisi X-9, November 2007

PEMERINTAH kembali melakukan kejahatan terparah dalam sejarah peradaban manusia. Setelah sempat menghilang, aksi pembakaran buku kembali dilanjutkan. Pembakaran buku-buku sejarah yang tidak mencantumkan Partai Komunis Indonesia (PKI) di belakang peristiwa G30S kembali terjadi di Sleman. Tak kurang dari 8.993 buku sejarah yang mengacu pada kurikulum 2004 itu dimusnahkan Kejaksaan Negeri Sleman, Yogyakarta. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori